Empat Kabupaten-Kota Bakal Divalidasi Data Penerima Bansos

0
75
Inspektur Provinsi Malut, Ahmad Purbaya

SOFIFI, MPe – Bidang Akuntabilitas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Utara (Malut) mendapat laporan adanya dugaan tumpang tindih data penerima Bansos COVID-19 di empat kabupaten/kota.

Koordinator bidang yang juga kepala Inspektorat Ahmad Purbaya, Rabu (8/7) mengaku, data itu diperoleh dari Kabupaten/kota, salah satu instansi di provinsi, serta BPKP Malut, yang disandingkan dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Untuk memvalidasi data, tim Akuntabilitas bakal memeriksa langsung ke lapangan.

Empat kabupaten/kota yang dimaksud mantan Kepala BPKPAD ini adalah Halmahera Timur, Halmahera Tengah, kota Tidore Kepulauan, dan Pulau Taliabu, tidak menutup kemungkinan 6 kabupaten/kota lainnya juga akan dilakukan hal sama.

Ia mengungkapkan, dari empat daerah itu diduga sebanyak 311 keluarga yang menerima Bansos Covid-19 dari tiga sumber, dan penerima dengan dua sumber mencapai 1.249, yakni Bansos APBDes dan APBD.

Meski begitu, masih ada toleransi yang akan diperjuangkan, jika penerima Bansos ganda itu benar-benar masuk kategori keluarga miskin dan sangat miskin.

“Makanya harus dilihat kearifannya meskipun kita sudah tahu ada yang double, kita masih lihat tepat sasaran atau tidak, terus rasional atau tidak,”ucap Ahmad Purbaya.

Dia mencontohkan, untuk keluarga yang menerima Bansos sebanyak Rp 600 ribu sampai Rp800 ribu dengan harga barang yang tinggi ini wajar atau tidak. Kalau aturannya tentu tidak boleh, tapi Inspektorat akan mengusulkan masyarakat yang benar-benar terdampak Covid-19 diberi kelonggaran terima dua sumber.

“Kalau 800 sampai 1 juta kan mereka bisa hidup, kalau di Ternate 600 ribu kan mereka tidak mungkin hidup juga, terutama yang terdampak,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan BPKP Malut untuk melihat kondisi itu, apakah benar penerima double itu benar-benar miskin.

“Tapi kalau dia tidak masuk kategori miskin dan masih bisa membiayai kehidupan berarti bantuannya harus dikembalikan, tapi kalau dia betul-betul miskin ya kebutuhan dia segitu kan,” pungkasnya. (Oen)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here