Pejabat Desa Kou Didemo Terkait DD

0
83
Gerakan pemuda mahasiswa dan masyarakat Desa Kou Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menggelar aksi di Kantor Desa Kou.,Jumat (12/6/),

SANANA,MPe – Gerakan pemuda mahasiswa dan masyarakat Desa Kou Kecamatan Mangoli Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menggelar aksi di Kantor Desa Kou. Jumat (12/6/), lantaran diduga gelapkan Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD).
Aksi yang digelar oleh Gerakan pemuda Desa Kou tersebut adalah karena Pemerintah Desa Kou tidak transparansi dengan pengololaan DD dan ADD mulai dari tahun 2018 dan 2019.
Selain itu, Pj Kepala Desa Kou Din Gay diduga menggelapkan anggaran DD dan ADD desa Kou tahun 2018, ratusan juta rupiah.
Kordinator lapangan Alfian Soamole, dalam aksinya mengatakan terkait dengan pengelolaan DD dan ADD desa Kou tahun 2018, pihaknya meminta agar pemerintah Desa Kou dalam hal ini, Penjabat kepala Desa Din Gay berkewajiban memberikan informasi pengelolaan DD dan ADD secara tranparansi kepada masyarakat.
“Berdasarkan kajian kami dengan ketidak terbukaan pengelolaan DD dan ADD Desa Kou tahun 2018 dan 2019. Maka kami menuntut Pemerintah untuk melakukan transpransi anggaran kepada masyarakat,” pintanya.
Terkait dengan hasil audit investigasi oleh Inpektur Inpektorat Kepsul terjadi dugaan kerugian negara DD dan ADD Desa Kou senilai Rp 174.273.000.
Namun hingga saat ini belum ada kejelasan Kami mendesak Inspektorat Kepsul terkait tahapan ganti rugi serta merekomendasikan hasil temuan tersebut di Kejaksaan Negeri Sanana.
“Kami mendesak Inpektorat Kepsul agar secepatnya merekomendasikan hasil temuan ke kejaksaan Negeri Sanana, agar secepatnya ditindaklanjuti.”tegas Alfian.
Dia bilang atas dugaan temuan tersebut serta kurangnya transparansi DD dan ADD oleh Pemerintah Desa yang dipimpin oleh Pj Kepala Desa Kou Din Gay.
Sehingga, pihaknya meminta kepada Bupati Kepsul Hendrata Thes segera menyikapi serta rekomendasikan penonaktifan semantara Pj Kepala Desa Kou.
“Kami meminta kepada Bupati Kepsul agara segara menyikapi permasalahan yang terjadi di Desa Kou. Yang kedua kalinya dengan kasus yang sama,” tutupnya.
Sementara itu, Kapala inspektur inspektorat, Kamal Sangaji saat dihubungi lewat telepon seluler, namun tidak ada balasan. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here